Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Notes Pengalaman Bisa Buat Motivasi Agar Selalu Semangat

1 min read

Tentang perjalanan hidup saya dulu. Melewati jalan yang berlika-liku. Dari masa jahiliyah menuju masa pertaubatan. Manfaatkanlah waktu hidupmu?!

Satu detik yang lalu ialah masa lalu yang tidak akan pernah bisa kembali. Waktu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa, tapi tidak banyak orang yang bisa menghargai itu.

Mungkin saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang belum bisa menghargai itu. Untuk pembaca, Selamat membaca?!

Sekelumit Tentang Saya

Perkenalkan nama saya Rasyaa Alfaridzy Islamy. Teman-teman biasa memanggil saya Rasyaa. Ketika SD saya memiliki hobby bermain catur. Setiap hari saya habiskan detik demi detik di depan papan catur.

Saking jatuh cintanya saya kepada catur, jam pelajaran pun turut menjadi korban atas nafsu yang kian membara.

Walau saya sering menang tapi saya sekarang sadar betapa berharganya tiap detik yang saya lewati.

Sampai pada waktu pengambilan rapot, yang biasanya saya mendapat rangking 3 besar sekarang turun menjadi 7 besar.

Mungkin masalahnya gara-gara catur. Itulah yang menjadi acuan saya tuk bangkit kembali merebut gelar 3 besar lagi. Mulai hari itu, perubahan dalam diri saya  berubah drastis.

Catur Gara-Garanya

Maksudnya berubah drastis disini, saya mulai belajar mengenal dunia luar. Mungkin sudah seperti film Tarzan yang baru keluar hutan, tidak mengerti apa-apa hehehe.

Waktu terus berjalan dan usia ini pun membawa saya di masa yang paling menyenangkan di SMP. SMP saya pondok, jadi sudah tentu sangat berbeda dari yang sebelumnya di SD.

Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Apalagi ini pondok tahfidzul qur’an. Jadi, selain belajar pelajaran umum di sini juga tempat untuk menghafal qur’an.

Yang dulu sering main catur sekarang bawa catur aja gak boleh. Maka dari itu, Saatnya saya merubah kebiaasan buruk saya.

Masuk Pesantren

Awal masuk pondok, disuruh ngapal 5 baris tiap hari. Berat sungguh berat amat berat.

Apalagi ditargetkan hingga kelas 9 harus ujian 6 juz dengan fasih dan lancar. Yang dulu di SD aja ngapal 3 tahun(kelas 4,5,6) aja cuma dapat 1 juz.

Ketika itu, aku sangat pesimis dengan syarat naik kelas yaitu ujian 2 juz. Tapi, banyak teman yang membuatku semangat tuk bisa melunasi syarat tersebut.

Tantangan dan cobaan terus menghadang, seperti: malas, ngantukan, ngeyel, dan masih banyak lagilah.

Seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah wa syukurillah saya bisa mengikuti semua aktivitas dengan lancar. Setiap malam saya harus mempersiapkan diri tuk setoran esok harinya. Walaupun lelah tapi lillah.

Hingga pada ayat yang artinya “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Padahal negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Tidakkah kalian mengerti?” (Al-An’am : 32).

Mulai saat itu, hati ini terasa gundah gulana atas masa lalu saya yang sering menggunakan hidup dengan permainan. Setelah itu, saya mulai bertaubat atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah saya perbuat.

Sekian, terima kasih.

Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi
DomaiNesia

Daur Hidup Hewan

Rasyaa
8 min read

Hukum Replik dan Duplik

Rasyaa
5 min read

Apa itu Prodi?!

Rasyaa
4 min read

Tinggalkan Balasan