Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Berikut Harga Potongan Kain Kiswah yang Perlu Anda Tahu

3 min read

Harga Kain Kiswah – Kain Kiswah yang merupakan penutup ka’bah memang banyak dicari oleh masyarakat, meskipun sebenarnya kain Kiswah ini tidak diperjualbelikan.

Namun, saat ini banyak yang menawarkan jual kain Kiswah dengan harga potongan kain Kiswah berbeda-beda.

Dari harga jutaan hingga ratusan juta. Kain Kiswah memiliki keistimewaan yang menjadi daya tarik kain ini diburu oleh banyak masyarakat.

Selain harga potongan kain Kiswah yang tidak murah, cara membelinya pun tidak  mudah. Tidak banyak orang yang jual kain Kiswah. Karena kain ini tidak dijual di toko oleh-oleh pada umumnya.

Apabila Anda berkunjung ke tanah suci Mekkah, banyak Anda dapatkan toko-toko yang menjual serba pernak-pernik untuk ibadah mau fashion khas Arab.

Namun, akan sangat susah Anda mendapatkan kain potongan dari penutup ka’bah ini. Lalu apa sebenarnya kain Kiswah itu? Berikut ulasan lengkapnya, simak yuk.

Mengenal Kain Kiswah, Kain Istimewa yang Syarat Makna

harga kain kiswah

Kain Kiswah merupakan kain yang dibuat untuk menutupi ka’bah. Kain Kiswah memiliki bahan yang tidak biasa.

Kain penutup ka’bah ini dibuat dari bahan kain sutra terbaik. Ka’bah yang merupakan kiblat untuk beribadah bagi umat muslim di seluruh dunia memang dianggap sangat penting.

Oleh karenanya, dibuatkan penutup yang terbuat dari kain terbaik sutera dengan lapis emas. Kain Kiswah ini memiliki tinggi sekitar 14 meter dengan lebar mencapai 47 meter.

Kain Kiswah terbuat dari bahan sutra terbaik seberat 670 kilogram, lapisan emas seberat 120 kilogram dan perak seberat 100 kilogram. Proses pengerjaannya dilakukan oleh lebih dari 200 pekerja penjahit yang profesional.

Selain itu, penulisan Al-Quran sebagian besar ditulis secara manual menggunakan lapisan emas. Proses pembuatannya juga didukung menggunakan mesin modern dengan jumlah sekitar 23 mesin.

Saat ini proses pengerjaan kain Kiswah digarap sendiri oleh masyarakat dan anggota kerajaan Arab Saudi.

Prosesnya sendiri ada yang menjahit, menenun, mewarnai maupun mencetak, yang dimana seluruh proses pembuatannya tadi dilakukan dengan sangat teliti dan penuh kehati-hatian.

Sebelum dibangunnya kompleks kerajaan, kain Kiswah dipasok dari beberapa negara tetangga, dimana salah satu pemasok terbesarnya yaitu dari Mesir.

Mereka yang tinggal di sekitar Danau Tanis atau Danau Al Manzila, mendapatkan perintah khusus untuk mengerjakan proses pembuatan kain penutup ka’bah.

Di tahun 1926, Arab Saudi memulai proses pembuatan kain Kiswah sendiri.

Proses Penggantian Kain Kiswah

proses ganti kiswah

Kain Kiswah ini dinaikkan setinggi 3 meter saat memasuki bulan haji atau bulan Dzulhijjah.

Pertanda ini sebagai pengingat mulainya ibadah haji di tahun tersebut. Pada tanggal 9 di bulan Dzulhijjah, proses penggantian kain penutup ka’bah dilakukan.

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, para jamaah haji pagi hari meninggalkan Mekkah untuk menuju Arafah menunaikan ibadah wukuf.

Proses penggantian kain penutup ka’bah dilakukan oleh para pengurus kompleks. Kemudian kain yang sudah diganti dipotong-potong menjadi beberapa bagian.

Hal inilah yang menyebabkan harga potongan kain Kiswah tidak sama. Perbedaan lebar dan kandungan ayat Al-Quran di dalamnya mempengaruhi harga dari setiap kain Kiswah.

Seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa sebenarnya kain Kiswah ini tidak dijual. Namun, banyak para mukimin di Mekkah yang memilih menjual kain Kiswah ketimbang menyimpannya.

Mereka takut menyimpan kain Kiswah membuat mereka menjadi syirik. Karena sebagian orang percaya menyimpan kain Kiswah dapat membawa berkah.

Apabila Anda ingin memiliki kain Kiswah, untuk mendapatkan kain penutup ka’bah yang asli tidaklah mudah. Karena tidak semua orang menjualnya.

Bahkan ada beberapa kain Kiswah yang terjual palsu. Kain Kiswah yang asli memiliki tekstur benang yang sangat halus seperti rambut.

Saat Anda membakarnya benang dari serat kain Kiswah tidak meninggalkan sisa seperti Anda membakar benang lainnya yang meninggalkan sisa plastik.

Indonesia pernah mendapatkan buah tangan potongan kain Kiswah yang asli. Potongan kain penutup Ka’bah ini didapatkan Indonesia sebagai buah tangan dari  Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

Lalu, kain Kiswah tersebut diberikan untuk masjid Istiqlal yang berada di Jakarta Pusat saat beliau melakukan kunjungan pada Kamis, 02 Maret 2017. Potongan kain Kiswah tersebut berisi tulisan surat Al-Baqarah ayat 125.

Kemudian oleh pihak masjid Istiqlal, kain Kiswah dibingkai menggunakan bingkai warna emas.

Kain potongan penutup Ka’bah tersebut dipajang di lantai utama masjid Istiqlal, tepatnya di dinding bagian paling depan.

Posisinya pun sengaja diletakkan  di tengah dinding sehingga seluruh jamaah yang beribadah dapat melihat potongan kain Kiswah dengan nyaman.

Beberapa Hal Unik Mengenai Kain Kiswah

hal unik tentang kain kiswah

  • Tidak Selalu Berwarna Hitam

Kain Kiswah yang kita ketahui selama ini selalu berwarna hitam pekat dengan lapisan tulisan Al-Quran berwarna emas. Namun, sebenarnya pada zaman dahulu kain penutup ka’bah ini tidak selalu memiliki warna hitam yang pekat, dan proses penggantiannya juga tidak setahun sekali.

Pada zaman Fatimiyin, kain penutup ka’bah berwarna putih. Pada zaman pemerintahan Bani Abbasiyah, kain Kiswah berwarna merah. Pada zaman Al Ma’mun penggantian Kiswah dilakukan tiga kali dalam setahun dengan setiap penggantian menggunakan warna-warna yang berbeda.

Saat hari Tarwiyah, kain Kiswah menggunakan warna merah. Sedangkan pada penggantian di awal bulan Rajab, kain Kiswah diganti menggunakan kain Kiswah Mesir dan saat menyambut Idul Fitri kain penutup ka’bah diganti dengan warna putih.

Pada masa Khalifah Muhammad Subuktain kain penutup ka’bah mempunyai warna kuning dan saat zaman An-Nasir Lidinillah Al-abbasy kain Kiswah diganti dengan warna hijau. Hingga akhirnya pada masa Khalifah Al-Mamun dari dinasti Abbasiyah memutuskan untuk warna kain Kiswah tetap dari waktu ke waktu berwarna hitam. Penggunaan warna hitam masih berlanjut hingga sekarang. 

  • Kisah Menteri Agama Indonesia yang Pernah Menyulam Kiswah

Bapak Lukman Hakim Saifudin yang pernah menjabat sebagai menteri Agama periode 2014, bisa dibilang mendapatkan kehormatan yang sangat besar. Dimana pada tahun 2015, beliau mendapat undangan khusus dari kerajaan Arab Saudi untuk ikut menyulam kain Kiswah sebagai penutup Ka’bah, yang di pasang pada tanggal 9 Dzulhijjah 1436 H atau musim haji tahun 2015.

  • Kain Kiswah yang Dilelang Komisi Pemberantas Korupsi

Terdengar sangat miris memang, namun hal ini benar terjadi. Dimana harga potongan kain Kiswah yang dilelang oleh KPK dibuka dari harga Rp. 22.500.000,00. Kain Kiswah tersebut merupakan Kiswah asli dengan ukuran 80 x 59 cm. Kain Kiswah tersebut berhasil terjual dengan harga yang fantastis yakni, 450 juta.

Menurut pembeli kain Kiswah tersebut, harga potongan kain Kiswah ini terbilang standar mengingat susahnya mendapatkan kain penutup ka’bah yang asli.

  • Kain Kiswah Dianggap Jimat

Salah satu hal syirik yang sering terjadi di masyarakat kita adalah mempercayai benda-benda dapat membawa keberkahan, salah satunya kain Kiswah. Banyak yang menyalahgunakan kain Kiswah sebagai jimat. Tentu hal ini sangat dilarang oleh agama.

Sebagai muslim, kita hanya mempercayai keberkahan hanya diperoleh dari Allah SWT. Bukan dari benda-benda lainnya. Memiliki kain Kiswah tentu tidak dilarang. Banyak yang ingin memilikinya karena dinilai sebagai benda yang antik.

Namun, banyak juga yang mempercayai kain Kiswah penutup ka’bah dapat menjadi jimat penyembuhan penyakit atau kekebalan tubuh.

Jual kain Kiswah lengkap dengan sertifikat siap dimaharkan hubungi 081357945866.

Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan