Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Hukum Replik dan Duplik

5 min read

arti hukum replik dan duplik

Lescazia.com- Hai, bagaimana kabarnya semua? Semua kamu sekeluarga selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan. Mungkin di antara kita masih bingung tentang istilah hukum replik dan duplik.

2 istilah hukum ini adalah satu kesatuan dalam gugat menggugat. Selamat anda berada di web yang tepat untuk mengetahui makna dari replik maupun duplik.

Berikut pengertian, contoh kasus, pasal dan cara membuat replik dan duplik.

Apa Perbedaan Replik dan Duplik?

hukum replik dan duplik
Gambar oleh Daniel Bone dari Pixabay
Kapan muncul replik dan duplik? Replik dan duplik muncul setelah gugatan dibacakan oleh pihak penggugat, pihak tergugat akan membuat jawaban atas gugatan.

Apa itu replik duplik dalam hukum acara perdata? Replik adalah jawaban yang disampaikan penggugat dari jawaban tergugat dalam sidang perdata. Inti dari replik sendiri ialah dalil tambahan untuk menguatkan dalil penggugat dalam menggugat.

Sumber dalil yang didapat bisa bersumber dari yurisprudensi, kebiasaan, doktrin dan kepustakaan. Dapat diajukan melalui lisan ataupun tulisan.

Replik yang diajukan dari penggugat berisi peneguhan gugatan untuk mematahkan alasan-alasan penolakan yang disampaikan tergugat dalam jawabannya.

Adapun duplik adalah usaha tergugat atas replik dari penggugat. Inti dari duplik adalah menguatkan dalili-dalil balasan tergugat. Duplik yang diajukan berisi peneguhan jawaban tentang penolakan terhadap gugatan penggugat.

Apabila proses replik dan duplik dalam sidang perkara perdata belum membuahkan hasil, hakim akan melanjutkan ke fase berikutnya yakni fase pembuktian.

Hakim akan memerika seluruh tim, baik tim penggugat dan tergugat. Majelis hakim akan bermusyawarah untuk memberikan keputusan.

Hakim tidak diperkenankan untuk memberikan keputusan dari apa yang tidak digugat. Eksepsi adalah persoalan yang sedang diperiksa Pengadilan Negeri.

Secara singkat, replik adalah balasan penggugat atas jawaban tergugat.

Dasar Hukum Replik Duplik

arti replik dan duplik
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay
Menurut Pasal 178 HIR/189 RBG, setelah pemeriksaan selesai, maka hakim sebab jabatannya harus melakukan musyawarah untuk mengambil putusan yang akan ditetapkan. Pemeriksaan dianggap telah selesai jika sudah melewati fase jawaban dari tergugat, replik dari penggugat, duplik dari tergugat, pembuktian dan kesimpulan yang diajukan oleh para pihak.

Makna dari pasal di atas adalah hakim akan memutuskan perkara setelah pemeriksaan selesai. Dalam proses pemeriksaan terdapat beberapa fae diantaranya, jawaban dari tergugat, replik dari penggugat, duplik dari tergugat, pembuktian dan kesimpulan yang diajukan oleh para pihak .

Secara singkat, duplik adalah jawaban tergugat atas replik dari penggugat.

Contoh Duplik Perceraian

istilah replik dan duplik
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay

Surabaya, 10 Januari 2009

Hal     : DUPLIK                  

Lamp: – Kepada Yang Terhormat,

Majelis Hakim Pemeriksa Perkara No. 11/Pdt.G/2009/PA.Surabaya

Di Surabaya

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Berdasarkan replik tertanggal 07 Januari 2009, maka perkenankan kami mengajukan duplik sebagai berikut :

DALAM KONPENSI

  1. Bahwa pada prinsipnya Termohon tetap berpegang teguh dengan pendiriannya seperti halnya yang sudah disampaikan pada jawaban dan dalam gugatan Rekonpensi.
  2. Bahwa terhadap dalil-dalil Termohon yang diajukan dalam jawaban Termohon yang tak dijawab oleh Pemohon dalam konpensi diklaim sudah diakui kebenarannya dari Pemohon Konpensi.
  3. Bahwa Termohon pada prinsipnya menolak seluruh permohonan Pemohon, kecuali yang telah diakui kebenarannya.
  4. Bahwa Pemohon sebagai suami dan kepala keluarga sepatutnya menutup aib keluarga dan tak diselesaikan lewat Pengadilan oleh sebab perceraian ialah perilaku yang tak disukai Allah dan sepatutnya perceraian tak perlu terjadi.
  5. Bahwa Pemohon sejak awal permohonan hingga sampai replik sangat berkeyakinan dan bersemangat serta antusias bahkan mendahului kehendak illahi dimana Pemohon menyatakan bahwa perkawinan antara Pemohon dengan Termohon tak dapat diperbaiki lagi. Perkara ini menunjukkan bahwa Pemohon sebagai kepala rumah tangga sudah gagal dan tak bisa membina keluarga juga tak sejalan dengan tuntunan agama.
  6. Bahwa Termohon menolak replik Pemohon dalam posita 3 yang menyebutkan bahwa Pemohon belum pernah dan tidak akan pernah melakukan kekasaran terhadap Termohon, sebab tak jarang Pemohon berlaku kasar terhadap Termohon dan mengatakan bahwa Pemohon mengalami gangguan kejiwaan, sebab pada kenyataannya Pemohon memarahi berdasarkan prasangka buruknya terhadap Termohon dengan kata-kata kasar dan keras yang tak pantas keluar dari seorang suami terhadap istrinya, hal ini sudah Termohon sampaikan dalam jawaban dan akan Termohon buktikan pada saat pembuktian.

DALAM REKONPENSI

  1. Bahwa pada pokoknya Penggugat Rekonpensi/ Termohon Konpensi menolak seluruh Permohonan Tergugat Rekonpensi/ Pemohon Konpensi, kecuali yang sudah diakui kebenarannya.
  2. Bahwa pada prinsipnya Termohon tetap pada pendiriannya sebagaimana yang telah disampaikan dalam jawaban dan gugatan Rekonpensi.
  3. Bahwa Termohon dengan tegas menolak bahwa Termohon tak berperilaku sebagaimana Istri yang baik dan Termohon sering keluar rumah tanpa alasan. Seperti yang dinyatakan oleh Pemohon didalam Replik tertanggal 07 Januari 2009.
  4. Bahwa terhadap dalil-dalil Penggugat Rekonpensi/ Termohon Konpensi yang diajukan dalam jawaban Penggugat Rekonpensi/ Termohon Konpensi yang tidak dijawab oleh Tergugat Rekonpensi/ Pemohon Konpensi dalam Konpensi dianggap sudah diakui kebenarannya oleh Pemohon Konpensi.

Berdasarkan perkara-perkara tersebut diatas, maka kami mohon kepada yang terhormat Majelis Hakim Pemeriksa Perkara untuk memutus dengan amar putusan sebagai berikut :

PRIMAIR

DALAM KONPENSI

  1. Menolak Replik Pemohon untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima .
  2. Menerima jawaban Termohon untuk seluruhnya.

DALAM REKONPENSI

  1. Menolak Replik Tergugat Rekonpensi/ Pemohon Konpensi untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.
  2. Menerima Jawaban Termohon Konpensi / Penggugat Rekonpensi untuk seluruhnya
  3. Menghukum Tergugat Rekonpensi/ Pemohon Konpensi untuk membayar nafkah penghidupan sebesar dari sepertiga dari gaji yang diterima setiap bulan oleh Tergugat Rekonpensi/ Pemohon Konpensi sesuai dengan jumlah dalam sturk gaji yang diterima setiap bulan.
  4. Menghukum Tergugat Rekonpensi/ Pemohon Konpensi untuk membayar nafkah mut`ah kepada Termohon Konpensi /Penggugat Rekonpensi sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) atau setidaknya sesuai dengan nafkah mut`ah yang wajar.
  5. Menyatakan secara hukum anak , anak-anak yang tercipta dari pernikahan Pemohon dan Termohon berada dibawah perwalian Termohon.

SUBSIDAIR

Apabila Majelis Hakim  pemeriksa Perkara berpendapat lain, mohon putusan seadil-adilnya (ex aequo et bono). Demikian duplik ini kami ajukan. Atas perhatian dan perkenan Majelis Hakim  Pemeriksa Perkara kami ucapkan terima kasih Wassalamu`alaikum Wr Wb.

Hormat Kami, Kuasa Hukum Termohon

Bambang, S.H., M.H

Cara Membuat Surat Replik Perdata

hukum replik dan duplik
Gambar oleh TPHeinz dari Pixabay

Tidak hanya istilah hukum replik dan duplik daja yang kita tahu, kita juga harus tau cara membuat surat replik. Berikut cara-caranya:

  1. Tulis nama tempat dan tanggal pembuatan surat replik perdata.
  2. Tulis kepada siapa surat ditujukan, sertakan nomor surat dan alamat Pengadilan. contoh:
    Kepada Yth., Ketua Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Perdata No.99/Pdt.G/2009/PN.Smg Di jalan Gagak RM No.6 Jurug Pengadilan Negeri Semarang
  3. Salam Pembuka, intro surat.
  4. Menerangkan dalam eksepsi.
  5. Menjelaskan tentang pokok perkara.
  6. Permintaan tergugat kepada Hakim.
  7. Hormat Kuasa Hukum.
  8. Tanda tangan dan nama Kuasa Hukum.
  9. Keterangan Advokat.

Cara Membuat Surat Duplik Perdata

pengertian replik dan duplik
Gambar oleh WikiImages dari Pixabay

Tidak hanya istilah hukum replik dan duplik saja yang kita tahu, kita juga harus tau cara membuat surat duplik. Berikut cara-caranya:

  1. Tulis nama tempat dan tanggal pembuatan surat replik perdata.
  2. Tulis kepada siapa surat ditujukan, sertakan nomor surat dan alamat Pengadilan. contoh:
  3. Kepada Yth., Ketua Majelis Hakim Pemeriksa Perkara Perdata No.99/Pdt.G/2009/PN.Smg Di jalan Gagak RM No.6 Jurug Pengadilan Negeri Semarang
  4. Salam Pembuka, intro surat.
  5. Mengajukan duplik dalam kompensasi.
  6. Dalam rekonpensasi.
  7. Menulis primair.
  8. Menulis konpensasi.
  9. Menulis rekonpensasi.
  10. Menulis subsidair
  11. Permintaan tergugat kepada Hakim.
  12. Hormat Kuasa Hukum.
  13. Tanda tangan dan nama Kuasa Hukum.

Kasus Perumpamaan

Bagong adalah seorang petani bisu di desa Sukamaju. Pada suatu malam Bagong mendapat giliran jaga kampung di Pos Ronda. Bagong berjalan sendirian melewati rumah-rumah warga.

Sampai di depan rumah Petruk, dia melihat ular melingkar di pagar dan mau masuk ke rumah Petruk. Karena Bagong ahli dalam masalah menangkap ular tanpa basa-basi dia langsung menangkap ular tersebut dan memasukkannya ke dalam karung yang ada di dekatnya.

Setelah ditali rapat-rapat dan membuangnya ke sungai sebelah rumah, Bagong melihat di sekitar halaman Petruk apakah ada ular lagi selain ular yang baru saja dia tangkap.

Tiba-tiba Petruk datang, meihat Bagong yang sedang was-was mengawasi sekitar halaman. Petruk menuduh Bagong telah mencuri barang di rumahnya. Tanpa mencari asal-usul kejadian, keesokan harinya Petruk melaporkan Bagong ke Pengadilan.

Mau bagaimana lagi?! Bagong bisu tidak bisa melawan tuduhan Petruk.

Bagong menggugat Petruk melakukan tindak kriminal atas kejadian semalam. Kemudian, Petruk sebagai tergugat menjawab apa yang digugat Bagong.

Setelah Petruk menjawab, Petruk melakukan replik dalam gugatannya. Lalu, Petruk membalas juga dengan duplik atas gugatan Bagong melalui utusan yang menerjemahkan tangannya, karena Bagong bisu.

Contoh Hukum Posita

makna replik dan duplik
Gambar oleh succo dari Pixabay

Dalam istilah hukum, tidak hanya replik dan duplik saja, ada juga yang namanya Posita. Apa itu Posita? Posita atau Fundamentum Petendi merupakan bagian dari dalil yang menggambarkan hubungan yang mendasar dari sebuah tuntutan/ surat gugatan.

Menurut M. Yahya Harahap dalam buku Hukum Acara Perdata (hal. 58), Posita/Fundamentum Petendi yang yang dianggap lengkap memenuhi syarat, memenuhi dua unsur yakni dasar fakta (feitelijke grond) dan dasar hukum (rechtelijke grond).

Posita terbagi menjadi 2 yakni, bagian yang menguraikan tentang hukum dan bagian yang menguraikan tentang kejadiannya.

Contoh Kasus Posita

Semar terduga kasus suap jabatan Menteri Pertahanan. Untuk terbebas dari dugaan tersebut Semar harus menyiapkan dalil yang valid. Apabila dalil lolos, Semar akan terbebas dari dugaan kasus suap jabatan.

Contoh Hukum Petitum

Istilah hukum selain posita replik dan duplik ialah Petitum. Petitum adalah tuntutan yang dimintakan penggugat kepada hakim untuk dikabulkan.

Contoh Kasus Petitum

Gareng menuntut perkara yang sedang dia alami yakni istrinya selingkuh dengan bapak tetangga sebelah. Si penggugat/ istri Gareng meminta hakim untuk mengabulkan tuntutannya.

Tahapan Sidang Perdata


  1. Pembacaan gugatan
    Pembacaan perkara yang digugat.
  2. Jawaban
    Jawaban atas gugatan yang dibacakan.
  3. Replik
  4. Duplik

Video Replik Duplik

Untuk lebih jelasnya anda bisa melihat video di atas tentang istilah hukum replik dan duplik.

Makalah Hukum Replik dan Duplik

Contoh makalah atau tugas kuliah dari hukum replik dan duplik bisa anda klik link ini, Makalah hukum rReplik dan duplik.

Melanggar hukum membuat hidup tidak tenang, patuhi hukum untuk masa depan yang lebih baik.

Sekian, terima kasih. Bila ada yang mau ditanyakan tentang istilah hukum replik dan duplik, tulis di kolom komentar ya.

Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi
DomaiNesia

Daur Hidup Hewan

Rasyaa
8 min read

Apa itu Prodi?!

Rasyaa
4 min read

Tinggalkan Balasan