Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Mengenal Kain Kiswah dan Sejarahnya

3 min read

sejarah kain kiswah

Mengenal Kain Kiswah dan Sejarahnya – Kain Kiswah merupakan kain penutup pada Ka’bah, yang merupakan sebuah bangunan suci yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan anaknya yang bernama Nabi Ismail.

Seperti yang Anda tahu, Ka’bah digunakan sebagai kiblat seluruh umat muslim di dunia.

Ka’bah sendiri merupakan bangunan yang tersusun dari batu dan tertutup oleh kain pelapis emas.

Kain inilah yang disebut dengan kain Kiswah. Karena kegunaannya yang sarat makna, banyak sekali orang yang menganggap ada cukup banyak manfaat dan berkah jika bisa memilikinya.

Sejarah Kain Kiswah

sejarah kain kiswah
image source: pixabay.com

Sebagai informasi mendasar, nama Kiswah dalam bahasa Arab mempunyai arti selubung, sedangkan dalam bahasa Ibrani dikenal dengan sebutan kisui. Kini, Anda sudah paham bukan mengapa kain ini disebut dengan kain Kiswah?

Untuk Anda yang belum tahu, kain Kiswah yang digunakan sebagai penutup Ka’bah akan diganti setiap tahunnya, tepatnya setiap jatuh tanggal 9 Dzulhijjah.

Dan dengan diangkatnya atau digantinya kayak Kiswah juga merupakan sebagai pertanda bahwa ibadah Haji akan dimulai.

Proses pengangkatan kain Kiswah itu sendiri dilakukan oleh orang-orang yang berada di kompleks raja Abdul Aziz.

Kain Kiswah yang diangkat dipotong menjadi beberapa bagian yang kecil kemudian dibagikan menjadi hadiah untuk pejabat muslim yang berkunjung maupun organisasi asing.

Kain Kiswah memiliki luas sekitar 658 meter persegi, dan terbuat dari kain sutra dengan berat 670 kg. Selain itu, kain Kiswah juga dijahit menggunakan benang emas seberat 15 kg.

Untuk memperindah kain ini, maka ditulislah ayat-ayat Al-Quran di permukaan kain secara manual.

Ingin lebih mengenal kain Kiswah? Berikut ini beberapa fakta lengkap mengenai kain Kiswah.

Bahan Baku Kain Kiswah

sejarah kain kiswah

Kain Kiswah yang digunakan sebagai penutup Ka’bah tentunya tidak dibuat dengan bahan yang sembarangan. Kain dengan kualitas terbaik dan para penjahit berpengalaman tentu saja dilibatkan dalam pembuatan kain penutup ka’bah ini.

Dalam pembuatan kain Kiswah, setidaknya ada 200 orang yang ikut terlibat di dalamnya. Proses pembuatannya melibatkan proses menenun, mewarnai, mencetak yang dilakukan dengan sangat hati-hati dan teliti.

Sebelum pembangunan kompleks di sekitar Ka’bah di tahun 1926, pembuatan kain Kiswah dipasok dari berbagai negara.

Dimana perintah untuk pembuatan kain Kiswah ini sering ditunjukkan ke pengrajin yang tinggal di Mesir.

Biasanya, mereka yang tinggal di pulau Danau Tannisa atau Danau Al Manzila sering diberikan tugas untuk pembuatan kain Kiswah ini.

Waktu Untuk Penggantian Kain Kiswah

waktu penggantian kain kiswah
image source: pixabay.com

Penting sekali bagi kita mengenal kain kiswah dan sejarahnya. Kain penutup Ka’bah ini akan diganti setiap tanggal 9 Dzulhijjah jika menggunakan kalender Hijriah.

Namun apabila menggunakan perhitungan periode Umayyah, kain penutup Ka’bah atau Kiswah diganti pada akhir Ramadhan dan dipasang pada tanggal 10 Muharram.

Pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah Al Ma’moon, kain Kiswah diganti sebanyak tiga kali dalam satu tahunnya. Dimana untuk kain pertama berwarna merah dan diganti pada hari pertama bulan Haji.

Kemudian untuk kain kedua diganti pada bulan ketujuh Hijriyah dengan warna Al Qabbati putih. Dan yang terakhir diganti dengan kain sutra putih pada setiap tanggal 27 bulan Ramadhan.

Kain lama yang diganti inilah yang kemudian banyak dicari untuk mendapatkan berkah dan manfaat mempunyai kain Kiswah. Banyak pula bermunculan mereka yang jual kain Kiswah saat mendekati waktu penggantian kain penutup Ka’bah ini.

Kain yang Digunakan Sebelum Menggunakan Kain Kiswah

sejarah kain kiswah
image source: pixabay.com

Sebelum menggunakan kain Kiswah, ka’bah ditutup dengan berbagai macam kain.

Menurut sejarawan Arab yang bernama Abu Al Walid Al Azraqi, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, kain yang digunakan sebagai penutup Ka’bah pernah dibuat dari kain warna putih terang yang bernama Al Qabbati. Kain ini berasal dari negara Mesir.

lalu pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan, Beliau memerintahkan untuk membuat kain Kiswah sebanyak dua buah.

Kain yang pertama terbuat dari permadani sutera dan kain yang kedua terbuat dari kain putih terang atau yang disebut dengan Al Qabbati yang digunakan pada hari ke 27 di bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah.

Banyak orang yang berebut untuk mendapatkan kain Kiswah. Bahkan banyak didapati mereka yang jual kain Kiswah.

Karena saking banyaknya peminat, maka penjualan kain Kiswah dimanfaatkan oleh sebagai ladang bisnis. Benarkah kain penutup ka’bah ini membawa berkah dan manfaat mempunyai kain Kiswah? Berikut ulasannya.

Mengalap Berkah Dari Kain Penutup Ka’bah

berkah kain kiswah
image source: pixabay.com

Banyak orang yang memburu kain Kiswah untuk mengalap berkah dan manfaatnya. Namun, benarkah demikian? Sebagai muslim yang taat kepada Allah kita harus meyakini keberkahan hanya semata dari Allah SWT.

Banyak yang ingin memiliki kain Kiswah ini sebagai media pengobatan. Pahamilah, segala obat kesembuhan hanya dari Allah Ta’ala.

Menurut Al Qur’an dan hadits, Allah memberikan berkah ada dua macam, yakni berkah dari tempat dan waktu, dan berkah dari zat manusia.

Seperti halnya Allah memberikan berkah kepada ka’bah dan sekelilingnya, dengan maksud Allah memberikan ketenangan bagi setiap manusia yang berdoa dan beribadah di sekitar ka’bah.

Bukan berarti dengan mengusap-usap kain Kiswah Anda akan mendapatkan keberkahan seperti yang pahami selama ini.

Memang, ada keberkahan tersendiri jika seseorang beriadah di sekeliling Ka’bah, Seperti Allah akan melipatgandakan pahala saat beribadah di sana. Yang mana pahala yang didapatkan tentu lebih banyak dibandingkan beribadah di luar Ka’bah.

Namun sekali lagi, jangan sampai ngalap berkah Kiswah menjadi syirik yang sangat dilarang oleh agama. Mempunyai kain Kiswah tentu tidak dilarang, namun jangan sampai kita meyakini keberkahan kain penutup Ka’bah tersebut melebihi keyakinan kita kepada Allah SWT.

Dosa syirik merupakan salah satu dosa besar yang tidak mendapat pengampunan.

Kain Kiswah Sering Digunakan Sebagai Jimat

contoh kain kiswah

Bukan hanya jamaah dari Indonesia, banyak jamaah yang berasal dari luar Indonesia juga mempercayai kain penutup ka’bah dapat digunakan sebagai jimat.

Kain Kiswah ini digunakan sebagai media penyembuhan penyakit. Orang yang memiliki kain Kiswah dipercaya hidupnya akan lebih tenteram dan bahagia. Kain Kiswah digunakan sebagai jimat pelaris dagangan, pegangan agar karier bagus dan kekebalan tubuh.

Tak heran, jamaah Umroh asal Indonesia bahkan pernah ketahuan mencuri kain Kiswah ini hingga akhirnya dipenjara di Arab selama 2 pekan.

Hakikatnya kain Kiswah ini digunakan untuk melindungi ka’bah. Pada zaman jahiliah, para kaum Kafir selalu menjarah ka’bah untuk dihancurkan. Oleh karena itu, dibuatlah kain pelindung ka’bah yang digunakan hingga saat ini.

Jadi sekali lagi, cintailah Allah melebihi cinta Anda terhadap ciptaanNya, sehingga kebaikan dan keberkahan selalu menghampiri Anda, meskipun Anda belum bisa memiliki kain Kiswah ini.

Alhamdulillah selesai sudah pembahasan kita tentang mengenal kain kiswah dan sejarahnya.

Jual kain Kiswah bersertifikat siap dimaharkan hub. 081357945866.

Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan