Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Pertanyaan yang Sering Muncul Tentang Kain Penutup Makam Rasulullah

3 min read

Tentang Kain Penutup Makam Rasulullah – Salah satu impian setiap muslim adalah menunaikan ibadah haji di Mekkah dan tentunya adalah menyentuh bahkan mencium ka’bah.

Ka’bah sendiri adalah sebuah bangunan berbentuk kubus yang di dalamnya terdapat makan Rasulullah SAW.

Maka tidak heran jika ka’bah kemudian menjadi sebuah bangunan bersejarah dan juga memiliki daya tarik yang besar.

Bangunan kubus tersebut bagian luarnya juga diselimuti dengan kain yang menutupinya atau yang biasa dikenal dengan nama Kiswah. Kain yang digunakan bukanlah kain sembarangan akan tetapi kain pilihan yang dibuat khusus.

Penasaran kain seperti apa dan bagaimana seluk beluk kain Kiswah ini? tenang, dibawah ini akan dibahas secara tuntas tentang kain penutup makam Rasulullah ini:

Kiswah Diletakkan Dimana?

letak kain kiswah

Kendati sudah banyak orang mengetahui dimanakah letak kain Kiswah ini berada, tidak ada salahnya kan diperjelas lagi. Kain Kiswah adalah kain yang menyelimuti ka’bah, sehingga letaknya berada di sekeliling ka’bah.

Ukurannya sendiri sudah pasti sangat besar yakni sekitar 14 meter. Meskipun begitu, pemerintah Arab Saudi rutin mengganti kain Kiswah selama satu tahun sekali.

Biasanya waktu penggantiannya ketika musim haji tiba atau sekitar tanggal 9 Dzulhijjah.

Dulu, kain ini benar-benar digunakan untuk menutupi seluruh permukaan ka’bah. Akan tetapi saat ini, pada bagian bawahnya diangkat hingga 3 meter. Sehingga bagian bawah ka’bah jelas terlihat.

Bahan Dasar Pembuat Kain Kiswah

membuat kain kiswah

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya tentang kain penutup makam Rasulullah ini, Kiswah yang merupakan kain istimewa ini terbuat dari bahan apa sih?

Baik, disini pertanyaan Anda tersebut akan terjawab bahwasannya Kiswah terbuat dari kain sutra. Sutranya pun bukan sutra sembarangan, melainkan kain sutra yang memiliki kualitas yang tinggi dan merupakan sutra pilihan.

Seringkali kita lihat, bahwa kain Kiswah memiliki perpaduan warna dasar hitam dengan sulaman cantik dari benang yang berbahan emas serta perak.

Jadi, bisa Anda bayangkan bagaimana hasilnya setelah dijahit nantinya. Penggunaan benang dari emas dan perak ini juga disebutkan loh di dalam Al-Qur’an. S

Adapun berat dari kain sutranya kurang lebih mencapai 670 kilogram. Ditambah lagi dengan benang emasnya yang memiliki bobot mencapai 120 kilogram serta benang perak 100 kilogram.

Perlu Anda ketahui juga bahwa yang membuat serta menjahit kain Kiswah ini adalah sebanyak 200 pengrajin.

WOW menakjubkan sekali kan? Apalagi proses pembuatannya yang panjang pastinya memang membutuhkan tangan-tangan ahli yang tidak sedikit.

Proses pembuatannya dimulai dari mewarnai, mencetak dan juga menenun. Selama proses pembuatannya juga tidak sembarangan karena dibutuhkan kehati-hatian dan juga harus benar-benar teliti.

Dulu, sebelum adanya kompleks pada tahun 1926 kain Kiswah berasal dari pasokan berbagai negara.

Biasanya yang paling banyak adalah dari para pengrajin di Mesir, terutama di pulau Danau Tannis atau dikenal juga dengan sebutan Danau Al Manzila.

Kapankah Kain Kiswah Harus Diganti?

tentang kain kiswah

Seperti yang sudah disebutkan di atas tentang kain penutup makam Rasulullah atau kain Kiswah yang biasanya diganti ketika musim Haji tiba yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Akan tetapi di Masa Bani Umayyah, Kiswah biasa dipasang pada tanggal 10 Muharram kemudian diganti menjelang akhir bulan Ramadhan.

Lain halnya ketika masa bani Abbasiyah, kain Kiswah diganti sebanyak tiga kali dalam waktu satu tahun. Penggantian pertama dilakukan ketika haji pertama dan yang diganti adalah Kiswah yang berwarna merah.

Penggantian kedua dilakukan pada bulan ketujuh kalender hijriyah yakni diganti dengan Al Qabbati putih. Lalu, penggantian terakhir dengan sutra berwarna putih tepat pada tanggal 27 Ramadhan.

Kain yang sudah diganti kemudian banyak diperebutkan karena dianggap memiliki keberkahan sendiri. Tak sedikit pula oknum yang kemudian jual kain Kiswah

Sebelum Ada Kiswah

tentang kain penutup makam rasulullah

Pada zaman dahulu sebelum adanya kain Kiswah, ka’bah ditutupi dengan berbagai kain.

Akan tetapi, menurut sejarah yang pernah diungkap oleh seorang sejarawan Arab menyebutkan bahwa ketika masa khalifah Umar bin Khattab kain yang digunakan berwarna putih.

Kain tersebut memang sengaja dibuat untuk membungkus ka’bah, yang mana kain tersebut berasal dari Mesir yang kemudian disebut dengan kain Al Qabbati.

Di sisi lain, pada masa khalifah Usman bin Affan juga pernaah memerintahkan kepada kaumnya untuk membuat kain Kiswah.

Ada dua jenis Kiswah yang dibuat pada masa itu, yakni kain yang terbuat dari permadani sutra yang dipasang di hari haji pertama.

Kain yang kedua adalah kain yang terbuat dari Al-Qabbati yang dipasang di hari ke 27 bulan Ramadhan kalender hijriyah.

Bagaimana Proses Penggantian Kiswah?

penggantian kiswah

Menjelang Hari Raya Idul Adha pada tanggal 9 Dzulhijjah kain Kiswah penutup ka’bah akan diganti dengan yang baru oleh petugas.

Ketika para jamaah haji menuju Padang Arafah, para petugas akan mengganti kain Kiswahnya dengan kain yang baru menggunakan bantuan ekskalator seluler.

Lantas, kemanakah kain Kiswah yang lama? Mungkin banyak dari Anda yang penasaran tentang kain penutup makam Rasulullah yang lama.

Nah, perlu diketahui kain Kiswah yang setelah melalui proses penggantian selanjutnya akan diletakkan di gudang milik pemerintah.

Namun, sebelum itu benang emas yang digunakan untuk merajut Kiswah tersebut akan dihilangkan terlebih dahulu.

Gudang yang digunakan untuk menyimpan juga dilengkapi dengan konservasi teknis dengan tujuan untuk mencegah adanya reaksi kimia.

Sebab reaksi kimia tersebutlah yang bisa menyebabkan  adanya bakteri maupun jamur yang akan merusak Kiswah yang lama.

Selain disimpan, tidak jarang pula yang disimpan di museum dan bahkan diberikan sebagai hadiah atas perintah dari pejabat otoritas.

Saat ini yang banyak beredar justru pedagang yang menawarkan jual kain Kiswah sehingga bisa dimiliki oleh siapapun.

Kain Kiswah memang menjadi kain istimewa yang ingin dimiliki oleh setiap orang khususnya kaum muslim.

Perihal Kain Kiswah

jual kain kiswah

Pasalnya kain ini sudah digunakan untuk menyelimuti makan Rasulullah, sehingga memiliki sisi keberkahan sendiri.

Membicarakan tentang kain penutup makam Rasulullah ini memang selalu unik dan menarik untuk diketahui.

Umumnya, setelah membaca maupun membahas tentang ini orang akan merasa tingkat keimanannya menjadi lebih lagi dan ingin segera menciumnya di Mekkah.

Kerinduan terhadap Allah dan juga para utusannya semakin menggebu. Hal ini amat baik untuk membuat kita selalu percaya dan mengagumi segala kebesaranNya.

Hal tersebut menjadi lebih penting dibanding dengan fenomena kepemilikan kain Kiswah yang baru-baru ini marak, khususnya di kalangan artis Indonesia.

Ada yang memang diberi oleh pejabat berwenang setempat dan ada pula yang membelinya dari pedagang yang jual kain Kiswah.

Memiliki kain Kiswah tanpa menjadikannya motivasi untuk terus meningkatkan ibadah adalah hal yang sia-sia.

Jadi, setelah membaca ulasan tentang kain penutup makam Rasulullah diatas, besar harapan agar bisa meningkatkan kecintaan Anda terhadap Allah dan Rasulnya. Sehingga informasi diatas benar-benar menjadi bermanfaat bagi Anda.

Semoga informasi apapun yang Anda cari juga bisa Anda temukan disini, sehingga bisa mengurangi rasa penasaran Anda. Semangat Beribadah semangat untuk meraih RidhoNya.

Jual kain Kiswah lengkap dengan sertifikat hubungi 081357945866.

Rasyaa Penikmat kopi dan aktivis imajinasi
DomaiNesia

Tinggalkan Balasan